TERIMA KASIH TOLAK ANGIN

Ini tulisan pertama saya yang alhmdulillah berani saya kirim.. 🙂

Kejadian ini terjadi beberapa tahun silam. Saya sudah lupa waktu dan tanggalnya, tetapi kejadian ini terjadi ketika saya akan berangkat ke Pontianak untuk mengikuti salah satu lomba sains tingkat SMA. Ya, saya dulu adalah seorang siswa SMA di sebuah kabupaten penuh kenangan di Kalimantan Barat bernama Kabupaten Sanggau. Tidak ada hal yang membuat saya enggan untuk pergi, kecuali satu hal yaitu mabuk darat yang sering saya alami. Entah ini sudah menjadi kebiasaan saya setiap melakukan perjalanan yang cukup jauh, ditambah lagi medan perjalanannya yang cukup berlika-liku membuat seluruh isi perut terdorong untuk keluar.

Pagi itu, seperti biasanya, sebelum berangkat saya sarapan sendiri terlebih dahulu. Ya, karena jarak antara tempat tinggal dan letak sekolah yang cukup jauh mengharuskan saya untuk tinggal di sebuah kos-kosan siswa di Sanggau. Setelah segala persiapan siap, saya segera menunggu trevel yang telah dibooking dengan teman saya di depan kos. Tak lama menunggu saya mendapat kabar bahwa trevel yang kami pesan akan datang sedikit terlambat. Akhirnya saya memutuskan untuk menghubungi orang tua saya untuk berpamitan lagi.

Ketika asyik berbicara dengan orang tua, bude (saudara dari ibu) saya yang berada di sebelah rumah ingin berbicara juga dengan saya.

“Mbak Isti jadi pergi ke Pontianak? Masih mabukan nggak mbak? “ tanya beliau.

“Jadi bude, iya bude kayaknya masih mabukan deh, bude ada obat?” tanya saya.

“Coba minum tolak angin saja mbak, insyaallah nggak mabuk kok, kemarin bude pernah nyoba, enak kok mbak, segar, anget di tenggorokan dan nyaman di badan.. “ balasnya.

“Bener bude? Ya sudah mbak beli dulu yah, ada kayaknya di warung sebelah..”

Segera setelah mendapatkan info dadakan dari bude, saya langsung ke warung untuk membeli tolak angin. Memang, segala cara pasti saya coba untuk menghilangkan kebiasaan mabuk perjalanan saya ini. Setelah itu saya langsung meminum tolak angin yang sudah saya beli. Ini baru pertama kali saya minum Tolak Angin. Sensasi rasanya semriwing, benar kata bude, hangat di tenggorokan dan nyaman di badan. Muncul pikiran positif kalau saya tidak akan mabuk perjalanan hari itu.

Akhirnya tidak lama setelah minum Tolak Angin Sidomuncul, trevel yang saya tunggu tiba juga. Saya melakukan perjalanan Sanggau-Pontianak selama kurang lebih 5 (lima) jam. Alhmdulillah selama perjalanan saya tidak mabuk, rasa mual masih tetap saya rasakan pada awalnya tetapi setelah lama berada di perjalanan saya merasa lebih enak. Sesampainya di Pontianak saya langsung menghubungi orang tua saya dan mengucapkan terima kasih kepada bude karena telah menyarankan obat yang Alhamdulillah menyehatkan.

Hingga sekarang saya sering menyediakan tolak angin ketika di perjalanan. Ketika mulai merasa tidak enak badan dalam perjalanan, Tolak Angin Sidomuncul adalah obat yang tepat. Tidak hanya saat mabuk dalam perjalanan, tetapi di saat badan terasa kurang fit, Tolak Angin menjasi pilihan yang tepat. Terimakasih Tolak Angin Sidomuncul. Terimakasih bude… J

#AkudanTolakAngin

HIJRAH

HIJRAH..

Perintah Allah SWT untuk Rasulullah SAW untuk memperluas medan dakwah dari Mekah ke Madinah… Hijrah untuk membangun masyarakat baru di Yastrib (Madinah).

Tentunya kita yang mengaku sebagai umat Rasul harus melaksanakan hal yang sama, yaitu HIJRAH. Hijrah dianggap sebagai pergerakan menuju kebaikan. Ada 2 macam hijrah, yaitu hijrah tempat dan hijrah perilaku. Hijrah tempat diartikan sebagai berpindah ke tempat yang lebih baik, lebih kondusif demi mencapai tujuan hidup. Hijrah perilaku yaitu bergerak untuk senantiasa menjauhi larangan Allah dan melaksanakan segala perintahNya…

SUDAHKAH KAMU HIJRAH???

Lakukanlah…

Setiap orang harus memiliki mimpi yang suatu saat akan terwujud atas izin Allah SWT. Saya juga punya mimpi. Mimpi itu yang memotivasi saya selama ini. Namun ada kalanya mimpi-mimpi itu belum terwujud sekarang. Mungkin karena tujuannya yang belum murni atau karena usahanya yang masih setengah-setengah… Di bulan Muharam tahun Hijrah ini Allah kembali mengingatkan manusia untuk berhijrah seperti Rasulullah. Berhijrah ke arh yang lebih baik.. MASIHKAH ANDA DIAM???

MARI BERHIJRAH… MARI BERGERAK…

Tata ulang mimpimu selagi Allah masih memberimu waktu, karena tiada yang tahu kapan ajal akan menjemput.. Luruskan niat untuk mencapai tujun hidup yang murni. Orientasi pada akhirat sehingga insyaallah dunia akan mengikutimu… Berhijrahlah dengan 3 hal berikut;

1. RENCANAKAN HIDUPMU (TATA MIMPIMU)
2. MANFAATKAN WAKTUMU (USIA TIADA YG TAHU
3. SIAPKAN PEWARISAN (Ilmu yg bermanfaat, sodaqoh jariyah dan anak soleh dan solehah)

SIAP BERHIJRAH!!!
ALLAHUAKBAR!!!!

SALAM HAMASAH… 🙂

NOW

Hanya bisa membaca dan melihat!!!

Itulah aku sekarang… Sebagai seorang mahasiswa, ingin rasanya menulis sepenggal cerita yang dapat menyentuh hati para pembaca. Tapi apakah mungkin?

Satu demi satu mimpi sahabatku telah terwujud? Kapan giliranmu?

Mungkin saja ada niat yang tidak lurus dibalik mimpimu ini yang membuatNya masih enggan memberikan kepadamu. Atau mungkin usahamu yang masih seperti sebutir biji sawi dibalik batu?

INGAT! “Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum jika kaum tersebut tidak ingin merubahnya..” Hijrahlah dengan seluruh jiwa dan tenagamu, dengan seluruh akal dan pikiranmu. Hijrahlah kepadaNya, jangan setengah-setengah apalagi ragu. Seseorang pernah berkata ” Mundurlah jika kamu tahu hal itu buruk untukmu, dan majulah jika kamu masih belum tahu hal itu baik atau buruk untukmu. JANGAN RAGU!!!”

Mungkin sekarang kamu hanya bisa membaca dan melihat. Jangan menatap dalam diam, tetapi menatap dan bergeraklah ke depan. Karena sesungguhnya di depan sana, ada sesuatu yang lebih indah, yang Allah janjikan kepada hambaNya yang selalu berhusnudzan kepadaNya… #KEEP HAMASAH!!

NOTHING’S IMPOSSIBLE.. 🙂

Awalan

Seorang wanita tidak hanya akan menjadi wanita biasa, karena seyogyanya wanita-wanita inilah yang nantinya akan melahirkan generasi-generasi penerus bangsa ini. Berbagai gerakan-gerakan telah bermunculan seiring dengan lahirnya sebuah cap “Emansipasi Wanita”.

Aku seorang wanita. Yah, tentu saja! dan aku tidak ingin menjadi wanita yang tidak ingin hanya mengurusi urusan dapur saja. Keikutsertaanku dalam organisasi internal maupun eksternal kampus bukan tanpa alasan, tapi demi menjadi wanita yang luar biasa seperti beliau, ibuku tercinta. Bahkan akan lebih dari beliau, INSYAALLLAH.

Cakupan diorganisasi mungkin bisa dikatakan tidak muda lagi, mengingat umurku di kampus juga tidak lama lagi. Namun keterlibatan secara masif belum dapat dirasakan dalam organisasi luar kampus. mungkin ini karena aku juga yang masih belum memberanikan diri untuk bercampur baur dengan lingkungan kenegaraan. Atau mungkin karena aku yang belum paham benar tentang arti berpolitik sebenarnya. Padahal, keikutsertaanku dalam organisasi itu adalah politik.

Setelah membaca buku karangan Bapak Amin Sudarsono berjudul “IJTIHAD MEMBANGUN BASIS GERAKAN”, pikiranku tetang negara dan politik serta gerakan pemuda yang sebenarnya barulah terbuka. Niat dalam diri untuk meraih tujuan sebenarnya tidak luput dari politik. karena sesungguhnya politik itu merupakan cara yang digunakan utuk memperoleh sesuatu, bukan tujuan.

Jika kamu ingin meraih tujuanmu dengan baik, maka berpolitiklah dengan sempurna dan niatkan itu semua untuk dakwahmu, untuk meraih tujuan dakwahmu. Bukan sekedar politik yang hanya menginginkan kedudukan tanpa agama. Jadilah wanita yang luar biasa, yang menumbuhkan generasi luar biasa di jalan dakwahnya.